Jilbab, dan Cek Bu

Tidak seperti biasanya, sore itu kami berjamaah maghrib di rumah karena mendung menggantung tebal. Selesai berdo’a, Mamae menanyakan sesuatu pada Mbak Acha yang sudah siap-siap hendak menghafal surat Allail yang akan ‘disetor’ pada bu guru esok hari. Pertanyaan yang diajukan: Mbak Acha besok kalo sudah lulus MI (Madrasah Ibtidaiyah) mau meneruskan ke mana?
Pertanyaan biasa, lazim diajukan, dan tidak ada apa-apa di baliknya. Namun jawabannya yang menyentakkan saya: Mbak Acha mau masuk SMP yang sekolahnya nggak pake jilbab. Gubrak!!!

***

Beberapa saat kemudian menjelang tidur, setelah anehnya sikat gigi tanpa disuruh-suruh dulu, Mbak Acha memesan sesuatu: Yah, besok kalo shalat Subuh, Mbak Acha dibangunin ya (sic!). Lha kenapa? Sebab kalo ndak shalat Subuh, besok disuruh shalat Subuh di kelas sama bu guru. Gubrak!!!

***

gubrak yang pertama: saya tidak tau apa yang ada di dalam pikiran mbak acha — putri pertama kami yang kelas dua di madrasah itu — sampai pada pikiran untuk nantinya bersekolah di yang tidak berjilbab. apa karena beberapa waktu terakhir mamae menemukan kutu di rambutnya dan membuat heboh keluarga (hari gini kutuan?) dan menuduh jilbab yang dipakainya setiap pagi sehingga rambutnya menjadi lembab sebagai biang keladi, atau karena ada sesuatu yang traumatik dengan jilbab? saya masih mencari jawabannya.

gubrak kedua: inilah dahsyatnya kepolosan mbak acha — dan saya rasa sebagian besar kawan kelasnya. mengapa, misalnya, besok meskipun belum shalat subuh di rumah, bilang saja sudah pada beliau cek bu? ah, anak kami dipastikan tidak berbakat jadi politisi (apalagi demokrat), gubernur bi, atau ketua kssk. lainnya: betapa bu guru ternyata lebih berwibawa (ditakuti?) ketimbang kami berdua, orangtuanya — yang kalau mengajak shalat sampai dowerpun kerap diabaikan.

Advertisement

2 Responses to “Jilbab, dan Cek Bu”

  1. beasiswa s2 Says:

    Salam kenal dari mahasiswa yogyakarta, mari kita tingkatkan dunia pendidikan di Indonesia, melalui media blog ini, hendaknya kita tingkatkan mutu dan kualitas manusianya, semoga tulisan anda yang bermanfaat ini dapat digunakan dengan baik oleh siapapun dgn menjunjung tinggi dan menghormati hak cipta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.